Foto, video, dan audio buatan AI kini semakin sulit dibedakan dari konten asli. Untuk membantu masyarakat memverifikasi keaslian konten digital, Google membuka SynthID Detector — situs yang memungkinkan siapa pun memeriksa apakah sebuah file dibuat atau diubah menggunakan AI — untuk publik.
Apa Itu Google SynthID?
SynthID adalah teknologi watermark digital yang diperkenalkan Google pada 2023. Berbeda dengan watermark terlihat, SynthID menyematkan tanda tak kasat mata langsung ke dalam piksel gambar dan video, serta ke dalam gelombang suara untuk audio.
Menurut Google, watermark ini dirancang agar tetap bertahan meski file dipotong (crop), dikompresi, atau diberi filter. Model-model AI Google seperti Nano Banana, Veo, dan Lyria — serta alat seperti Gemini, Flow, ProducerAI, dan Vids — otomatis menyematkan watermark SynthID pada setiap media yang mereka hasilkan.
Apa Itu SynthID Detector?
SynthID Detector adalah portal verifikasi di alamat synthid.com. Sebelumnya alat ini hanya tersedia untuk jurnalis, profesional media, dan peneliti terpilih sejak Google I/O 2025. Pada awal Oktober 2026, Google membukanya untuk seluruh pengguna internet.
Cara kerjanya sederhana: unggah file, lalu sistem memindai apakah di dalamnya terdapat watermark SynthID. Hasilnya berupa jawaban cepat — terdeteksi atau tidak — tanpa perlu menebak-nebak dari tampilan visualnya.
Cara Menggunakan SynthID Detector
Berikut langkah-langkah memeriksa konten dengan SynthID Detector:
- Buka situs synthid.com melalui browser di HP atau laptop.
- Login menggunakan akun Google, Apple, atau OpenAI. Tanpa login, alat ini tidak bisa digunakan.
- Unggah atau seret (drag-and-drop) file foto, video, atau audio yang ingin diperiksa.
- Tunggu proses pemindaian selesai, lalu baca hasilnya: apakah ditemukan watermark AI atau tidak.
Perlu dicatat, menurut laporan media jumlah pemeriksaan dibatasi sekitar 10 kali per hari untuk setiap pengguna. [perlu verifikasi editor]
Format File yang Didukung
SynthID Detector mendukung cukup banyak format populer:
- Gambar: JPG, JPEG, PNG, BMP, WEBP, AVIF, HEIC, HEIF, TIFF, TIF, GIF
- Video: MP4, MOV, WEBM
- Audio: WAV, MP3, OGG, FLAC, AAC, M4A
Watermark AI Apa Saja yang Bisa Dideteksi?
Kelebihan utama versi publik ini adalah dukungannya yang lintas platform. Selain watermark dari model AI Google sendiri, detector ini juga mengenali watermark dari:
- OpenAI
- Nvidia
- Kakao
Google juga menyatakan dukungan untuk Apple akan segera hadir. Sebagai perbandingan, OpenAI memiliki situs pemeriksa sendiri yang terbatas pada watermark buatannya.
Batasan Penting yang Perlu Dipahami
Ada satu hal krusial yang sering disalahpahami: SynthID Detector tidak menebak apakah sebuah konten "terlihat seperti" buatan AI. Ia hanya mencari tanda air digital tertentu. Artinya:
- Jika watermark ditemukan → konten tersebut dibuat/diubah dengan AI dari penyedia yang didukung.
- Jika tidak ditemukan → bukan bukti konten itu asli buatan manusia. Konten dari generator AI yang tidak memakai watermark SynthID tidak akan terdeteksi.
Jadi, hasil bersih tidak sama dengan sertifikat keaslian. Tetap gunakan akal sehat dan verifikasi silang untuk konten yang meragukan.
Seberapa Besar Skala SynthID?
Dalam pengumumannya, Google menyebut angka yang cukup besar: lebih dari 180 miliar gambar dan video serta setara 240.000 tahun konten audio telah diberi watermark SynthID. Saat ini, Google mencatat sekitar 1 juta permintaan verifikasi konten setiap hari melalui Search, aplikasi Gemini, dan browser Chrome — yang kini juga terintegrasi dengan verifikasi SynthID.
Kesimpulan
Google SynthID Detector adalah alat gratis yang berguna untuk memeriksa watermark AI pada foto, video, dan audio — terutama di tengah maraknya konten viral buatan AI di media sosial. Selama memahami batasannya, alat ini bisa menjadi lapisan pertahanan pertama agar tidak mudah tertipu konten sintetis.
FAQ
Apakah Google SynthID gratis digunakan?
Ya, gratis. Namun pengunjung wajib login memakai akun Google, Apple, atau OpenAI untuk mengaksesnya.
Apakah SynthID bisa mendeteksi semua konten AI?
Tidak. Ia hanya mendeteksi watermark dari Google, OpenAI, Nvidia, dan Kakao. Konten dari generator lain yang tidak memakai watermark tersebut tidak terdeteksi.
Apakah hasil "tidak terdeteksi" berarti konten itu asli?
Tidak. Tidak adanya watermark bukan bukti konten dibuat manusia — hanya berarti tidak ditemukan watermark yang didukung.
Format file apa saja yang didukung?
Gambar (JPG, PNG, WEBP, HEIC, GIF, dan lainnya), video (MP4, MOV, WEBM), dan audio (WAV, MP3, FLAC, dan lainnya).

